Sore tadi berdiskusi dengan pak dosen Agung mengenai topik kekinian, dampak AI pada Software Engineering, kemudian tersebutlah penggunaan terms Agentic Software Engineering.
Sekarang kita eksplor pembahasan Agentic Software Engineering ini di berbagai sumber di Internet dan AI :D
Pencarian sering mengarah ke tulisan dari Ahmed E. Hassan di antaranya:
Agentic Software Engineering: Foundational Pillars and a Research Roadmap — https://arxiv.org/abs/2509.06216
Agentic Software Engineering: The rise of AI Teammates — https://link.springer.com/collections/aaaihgcafc
Agentic Software Engineering book — https://agenticse-book.github.io/
Pendekatannya sebagai Software Engineering versi ke-3 (SE 3.0), dimana urutannya:
Software Engineering versi awal (SE 1.0) adalah versi klasik dimana manusia seluruhnya yang coding.
Software Engineering versi berikutnya lagi (SE 2.0) dimana AI menjadi asisten.
Dan jadi lebih menarik ketika Software Engineering SE 3.0, ketika sejajar antara AI Agent dengan manusia, jadi AI menjadi anggota tim dalam development software.
Beralih lagi sudut pandang lain, kalo Deloitte, menuliskan dampak Agentic AI ke Software Engineering (ada juga pdf yang bisa dibaca di halaman tersebut), melihat dari sudut pandang software development life cycle (SDLC) ke agent orchestrated development life cycle (AO-DLC).
Satu lagi yang menarik adalah penyebutan Agentic Engineering, yang didokumentasikan sebagai Agentic Engineering Pattern oleh Simon Willison, mungkin ada yang mengenalnya sebagai salah satu co-creator framework Django (Python Web), atau mengenalnya dari pengujian LLM menggambar pelican riding a bicycle.
Ngomong-ngomong tentang Agentic Engineering, Addy Osmani membuat tulisan Agentic Engineering yang menarik juga, dikenal sebagai tech leader di Google, juga punya banyak buku yang menarik. Di artikel itu disebutkan bahwa terms Agentic Engineering mengacu ke tulisan Andrej Karpathy di X, terkait nama yang ingin dibedakan dari vibe coding (dimana post dibuat setahun sebelumnya), kemudian mengarah pada Agentic Engineering:
Agentic: karena default saat ini kita nggak coding sendiri seperti masa klasik Software Engineering, hampir 99% waktu kita mengorkestrasi agents yang mengerjakan dan kita yang mengawasi.
Engineering: untuk menekankan sebenarnya ada keilmuan, seni, dan keahlian dibalik ini. Kemampuan yang tentunya bisa dipelajari dan dikuasai, serta memiliki kedalaman (mastery) ilmunya tersendiri dan berbeda dari coding yang klasik.
Masih seputar terms dari Andrej Karpathy, ada artikel dari IBM yang bahas Agentic Engineering dilengkapi juga dengan video YouTube membandingkan Agentic Engineering dengan Software Engineering.
Dan masih terus mencari tentang Agentic Software Engineering ini..


